Thursday, May 15, 2008

Lintas Juang 2007

LINTAS JUANG 2007

17 Agustus 2007
Pagi buta, Taman Makam Pahlawan
Dengan tongkat di tangan
Bendera di ujungnya
17 kilometer siap kami tempuh




17 kilometer menuju sekolah
17 kilometer menuju impian
17 kilometer menuju jaket dan talkom yang kami dambakan
17 kilometer menuju tanggung jawab





kini kami telah sampai
telah kami lalui 17 kilometer yang melelahkan
kebanggaan kini sudah di depan mata
setelah 3 minggu dan 17 kilometer yang melelahkan



setelah berkutat dengan beratnya tongkat...

setelah ratusan potongan kertas untuk nametag...

setelah baju2 yg kotor oleh cat...

setelah lem, gunting, glitter, wantex dan spidol silver...

setelah lari di tengah pagi buta...

setelah Halo-halo Labschool, lika-liku laki-laki, dan minggir dong...

setelah siap gerak! untuk hitung! dan lencang kanan!...

setelah klontangan tongkat yg jatuh di sana sini...

setelah argumen demi argumen yg terus ditolak...

setelah puluhan seri yg melelahkan...

setelah jalan jongkok dengan tongkat diatas tengkuk...

setelah makan cepat dua menit...

setelah tahan posisi pompa dengan kotak makan di atas kepala...

setelah 2,4 kilometer yang penuh lelah...

setelah teriakan demi teriakan...

setelah tetesan-tetesan peluh yang terlepas dari tubuh...

setelah sakit, canda, tawa, marah, sedih, dan lelah...

kini kami pun mengerti

apa arti sebuah perjuangan

walaupun harus dibayar mahal

dan menguras tenaga, pikiran, jiwa dan raga

kami telah mengerti

apa arti sebuah perjuangan


Lika liku lika liku laki-laki

Jalan yang dilalui (jalan yang dilalui)

Pahlawanku.. (pahlawanku)

Dikau gagah berani (dikau gagah berani)

Walaupun sakit yang dirasakan

Hutan dan gunung bukan rintangan

Terus maju, demi satu tujuan

Kemerdekaan! (kemerdekaan!!)